chandraa juliiand dattii

Just another Blog.com weblog

TEKSTIL

Jun. 17, 2010 6 Comments Posted under: Uncategorized

Tekstil adalah material fleksibel yang terbuat dari tenunan benang. Tekstil dibentuk dengan cara penyulaman, penjahitan, pengikatan, dan cara pressing. Istilah tekstil dalam pemakaiannya sehari-hari sering disamakan dengan istilah kain. Namun ada sedikit perbedaan antara dua istilah ini, tekstil dapat digunakan untuk menyebut bahan apapun yang terbuat dari tenunan benang, sedangkan kain merupakan hasil jadinya, yang sudah bisa digunakan.

Setiap kali mendengar kata tekstil, orang pada umumnya cenderung mengidentikkan dengan pakaian atau kain, sementara kenyataannya tidaklah demikian. Tidak pula, hanya terbatas pada dunia fesyen yang memang merupakan muara industri tekstil yang dirasa paling dekat dan akrab dengan banyak orang.

Secara definisi, pun tidak pernah ada makna literal “baju” dari kata tekstil. Maka ada baiknya jika kita meninjau sebentar pengertiannya secara utuh. Kata tekstil berasal dari kata latin “texere” yang berarti “menenun” yang lalu mengalami pergeseran makna dalam pemakaiannya menjadi “apapun yang ditenun”, dan selanjutnya meliputi pula rajutan (knit), kempa (felt) dan nonwoven. Dengan demikian, menjadi lebih jelas bahwa tekstil pada prinsipnya adalah sebentuk bahan (material). Ia dapat diaplikasikan untuk berbagai macam fungsi dan keperluan tergantung pada jenis, sifat-sifat kimia, fisik dan mekaniknya. Pemanfaatan tekstil sebagai bahan sandang hanya merupakan salah satu dari sekian banyak wilayah aplikasinya dan kebetulan hingga saat ini masih menempati porsi paling besar karena merupakan kebutuhan dasar manusia. Keluwesan (flexibility) dan keliatan (toughness) merupakan karakteristik bahan tekstil yang utama dan menjadi dua faktor penting yang membuatnya menjadi pilihan cerdas untuk banyak produk baru dan canggih di luar wilayah tradisionalnya, termasuk tekstil teknik (dan tekstil cerdas), wajah lain tekstil yang mungkin belum begitu populer di Indonesia dan kurang mendapat apresiasi, yang akan dibahas dalam tulisan ini.

Tekstil teknik atau technical textiles adalah istilah yang nampaknya telah baku digunakan untuk menunjuk produk-produk tekstil yang lebih mengutamakan fungsi dan unjuk-kerja ketimbang estetika. Definisinya menurut “Textile Terms and Definitions1 keluaran Textile Institute adalah

textile materials and products manufactured primarily for their technical and performance properties rather than their aesthetic or decorative characteristics“.

bahan-bahan dan produk tekstil yang dibuat dengan lebih mengutamakan sifat-sifat teknik maupun unjuk-kerjanya daripada karakteristik estetik dan dekoratif.

Senada dengan definisi tersebut, menurut “Fairchild’s Dictionary of Textiles2 tekstil teknik adalah

textile product used primarily for its functional characteristic, particularly in high-tech end use“.

produk tekstil yang digunakan karena sifat-sifat fungsionalnya, terutama untuk kegunaan akhir berteknologi-tinggi.

Hingga sejauh ini belum ada satu batasan komprehensif yang betul-betul memuaskan karena semua upaya yang ada masih menyisakan ruang interpretasi, terutama dengan makin banyaknya produk yang menggabungkan dan mengedepankan unsur-unsur unjuk-kerja teknis fungsional dan dekoratif secara sama. Coba saja kita lihat, misalnya, bahan pelapis mebel tahan-api, baju santai dengan peningkatan kenyamanan pakai (breathable leisure wear), karpet pelapis lantai tahan-api dan bahan-bahan pelapis sekat ruang kantor bersifat tahan-api, tahan-kotor dan bebas-bau. Meski belum dapat menerangkan secara definitif dan belum merangkum semua produk yang telah ada maupun yang masih akan dikembangkan, sepertinya inilah penjelasan terbaik yang bisa dijadikan sebagai rujukan sementara hingga ada definisi lain yang lebih baik lagi.

Tekstil teknik ataukah tekstil industri? Istilah tekstil industri pernah digunakan secara luas selama bertahun-tahun untuk menunjuk semua produk tekstil di luar sandang, rumah-tangga dan furnishing1. Istilah tersebut kini masih lebih disukai dan digunakan di Amerika Serikat daripada di Eropa ataupun bagian lain dunia (lihat misalnya “Wellington Sears Handbook of Industrial Textiles2). Akan tetapi, istilah tersebut sebetulnya sudah tidak dirasa tepat lagi mengingat banyaknya aplikasi tekstil yang masuk dalam batasan tadi dan jelas sekali bukan hanya untuk keperluan industri. Tekstil industri kini hanya merupakan salah satu bagian dari tekstil teknik yang khususnya meliputi produk-produk yang digunakan dalam proses manufaktur (misalnya filter, machine clothing3, conveyer belt, tekstil abrasi) atau untuk digabung dengan komponen lain menjadi berbagai macam produk industri seperti kabel dan komponen listrik, diafragma dan sekat fleksibel, dan insulasi termal dan akustik untuk berbagai keperluan rumah-tangga maupun industri.

Penggunaan serat, benang dan kain untuk keperluan selain pakaian dan furnishing sebetulnya bukanlah fenomena baru. Serat alam semacam kapas, flax, jute dan sisal, misalnya, telah sejak berabad-abad lalu dan bahkan hingga kini pun masih digunakan untuk beraneka ragam aplikasi mulai dari tenda dan terpal hingga tali-temali, kain layar dan karung. Ada bukti yang menunjukkan bahan-bahan tenunan dan jaring sudah digunakan pada jaman Romawi kuno untuk menstabilkan tanah basah dan berlumpur dalam pembangunan jalan raya, yaitu apa yang kita kenal sekarang sebagai geotekstil.

Apa yang terasa menjadi baru di sini barangkali adalah semakin menguatnya kesadaran akan potensi ekonomi dan strategis tekstil teknik terhadap kegiatan manufaktur serat dan kain di negara-negara industri maju maupun yang sedang berkembang. Bahkan di beberapa negara yang pasarnya telah sangat maju lebih dari 50% kegiatan manufaktur tekstil dan hasil produksinya masuk kategori tekstil teknik. Dengan rantai pasokan (supply chain) yang panjang dan kompleks, kegiatan manufaktur dan ekonomi tekstil teknik terentang mulai dari pabrik-pabrik pembuat polimer untuk serat-serat teknik, bahan pelapisan dan membran khusus hingga industri yang bekerja mengubah dan menyatukan bahan-bahan tersebut dengan bahan-bahan lainnya menjadi produk akhir; termasuk pula di dalamnya produk-produk yang menjadi suku cadang penting untuk proses industri. Ruang lingkup aplikasinya melintasi batas-batas tradisional industri tekstil secara keseluruhan dan meliputi banyak sektor industri lainnya.

This entry was posted on Thursday, June 17th, 2010 at 12:32 pm and is filed under Uncategorized. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed.

6 Responses Leave a Reply

    q.chechoey said:

    Jun. 17, 2010

    ooo gtu.. rumit yah ternyata.. hhehe:D

    putripurnamasari said:

    Jun. 17, 2010

    lumayan menarik tentang tekhnik tekstilnya..

    irhaz_afif said:

    Jun. 18, 2010

    baguss postt nya !!!
    hhehee

    banyak gambar” soal nya !!!

    chachaa said:

    Jun. 18, 2010

    mkasii iia para pengunjung.Qu !
    hhe .
    :D

    gie_dotz said:

    Jun. 18, 2010

    amazing lakh..
    materinya bagus..
    penerangan materi diperjelas dgn gambar-gambar yang tepat dan jelas..

    2 jempol untuk chandra ” PACUL “..

    chachaa said:

    Jun. 18, 2010

    hahahahaa .
    terimaa kasii saiia ucapkan yg berlimpah ruah kpada beliau yg terhormat “aditya atangz anak ibu ety perpuss” karena telah memberikan komentarnyaa yg sangatt menyanjung hatii saiia .
    hahahahaa . :D

Leave a Reply